Daftar dan Dapatkan Informasi Update Terbaru!

Mendukung Aktifitas Wisatawan Independen Melalui Teknologi Informasi

Durasi Membaca: 5 menit

Oleh Agnes Sartika DP.

Di masa lalu, berlibur atau berwisata tidak lazim dilakukan oleh setiap kalangan masyarakat karena dianggap cukup mewah, repot, dan tidak mendesak. Namun, belakangan ini berwisata telah menjadi sebuah kebutuhan. Tidak sedikit yang menjadikannya sebagai kegiatan rutin tahunan, bulanan, bahkan mingguan.

Di sisi lain, pariwisata merupakan sektor industri yang dinamis dan kompetitif, sehingga perlu untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan yang terus-menerus berubah. Kepuasan, keamanan, dan kesenangan wisatawan menjadi fokus utama dalam bisnis pariwisata. Kemajuan  teknologi menimbulkan banyak perubahan dalam industri dari segala sektor. Salah satu fase penting dari kemajuan ini adalah Revolusi Industri 4.0. Bisnis pariwisata tak ketinggalan mengalami dampak dari Revolusi Industri 4.0. Hal yang paling jelas terasa adalah akses untuk memesan tiket perjalanan dan akomodasi melalui website maupun aplikasi yang dipasang pada smartphone. Jika ditelusuri lebih dalam, ada cukup banyak potensi dari Industri Pariwisata 4.0 ini yang bisa dimanfaatkan, baik sebagai pengguna, maupun penyedia jasa.

Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 berawal di era 2010-an dan terus berkembang sampai saat ini. Industri 4.0 menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi modern, yang bekerja di setiap aktivitas ekonomi, dari produksi barang dan jasa sampai konsumsi. Teknologi ini menyentuh dunia virtual yang berbentuk konektivitas manusia dengan mesin dan data, serta kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang bisa diakses dimana pun. Kondisi ini dikenal dengan Internet of Things (IoT).

Kata ‘revolusi’ digunakan untuk menunjukkan perubahan yang sangat cepat dan mengubah cara dan kebiasaan lama yang sudah ada bertahun-bertahun. Sedangkan 4.0 menunjukkan urutan revolusi industri sejak pertama terjadi.

Dari waktu ke waktu, kunci yang menjadi tolok ukur diterimanya suatu perubahan dalam revolusi industri adalah kemudahan. Kemudahan ini yang terus berkembang dan berinovasi. Dalam pariwisata, ada banyak kemudahan yang diinginkan, baik oleh pengguna maupun penyedia jasa.

Kemudahan dalam Industri Pariwisata 4.0

Secara garis besar, ada 4 kemudahan yang sangat membantu dan berperan penting dalam pariwisata:

  1. Kemudahan Memperoleh Informasi

Ketersediaan informasi sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya, yang bisa diakses dengan mudah adalah kepuasan bagi wisatawan. Dalam pariwisata, memahami destinasi dengan baik adalah modal utama untuk berlibur. Saat ini, kemudahan memperoleh informasi tentang destinasi liburan dapat dilakukan melalui smartphone. Wisatawan dapat mengenal lebih baik lokasi wisata berikut informasi umum yang mungkin dibutuhkan selama berlibur.

Hal terbaru yang paling revolusioner saat ini adalah mesin penerjemah bahasa di Jepang. Banyak orang ingin menjelajah ke banyak tempat, khususnya ke luar negeri, namun terkendala oleh bahasa yang berbeda. Jepang berencana untuk menghadirkan teknologi ini pada robot kecil, tablet, dan wearable devices yang dapat menerjemahkan beberapa bahasa langsung antara penduduk lokal dan pengunjung. Teknologi ini dapat digunakan oleh banyak perusahaan, khususnya hotel, restoran, dan tempat-tempat wisata yang melayani orang asing namun tak memiliki karyawan dengan kemampuan bahasa yang cukup.

2. Kemudahan Memesan Akomodasi

Online travel platform yang saat ini sudah menjamur bermanfaat untuk memudahkan kita mencari akomodasi penginapan yang diinginkan hanya melalui smartphone atau computer. Dewasa ini, tidak hanya portal penyedia layanan booking saja yang semakin banyak, tapi pilihan akomodasinya juga beragam.

Dulu masyarakat lebih lazim menyewa hotel atau wisma untuk menginap. Saat ini, orang beramai-ramai menyewakan propertinya untuk disewakan, mulai dari apartemen, kondominium, villa, boutique villa, rumah pribadi yang tidak dihuni, sampai kamar saja bisa kita sewakan. Tren ini menjawab kebutuhan para wisatawan yang beragam untuk akomodasi, yang harus mereka sesuaikan dengan budget, lokasi, fasilitas, kenyamanan, keamanan, dan preferensi lainnya. Hal ini juga yang membuat penyewaan bed and breakfast lebih populer saat ini, terutama di kalangan wisatawan muda maupun para backpacker.

3. Kemudahan Menjangkau Transportasi

Online travel platform untuk memesan tiket pesawat, ferry, dan transportasi lainnya juga sudah dimanfaatkan secara luas. Tidak perlu mendatangi agen travel, takut kehabisan tiket, atau membeli tiket yang mahal. Karena dengan reservasi online, kita bisa membandingkan harga tiket, menggunakan promo, dan memesan dimana saja dan kapan saja.

Jasa transportasi online juga sangat membantu memberikan pilihan apabila tidak memungkinkan untuk menggunakan transportasi umum. Selain itu, jasa penyewaan kendaraan seperti mobil dan motor juga sudah sangat banyak.

4. Kemudahan Navigasi

Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah peta dan navigasi yang membantu wisatawan mengetahui lokasi, arah, jarak dan waktu tempuh ke tempat tujuan hanya melalui jaringan smartphone.

Mengenal Fully Independent Traveler (FIT)  atau Wisatawan Independen

Dari waktu ke waktu, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menciptakan perubahan bagi kondisi pariwisata. Beberapa kemajuan yang dirasakan adalah:

  1. Online travel platform, Memungkinkan kita mencari informasi perjalanan dan wisata secara real time melalui telepon genggam.
  2. Location-Based Service (LBS), yang membantu kita mengetahui pasti posisi geografis dan menyiapkan navigasi.
  3. Media sosial, yang juga menjadi wadah berbagi pengalaman wisata.
  4. Sharing economy, seperti menyewakan unit atau kamar penginapan, kendaraan, hingga kebutuhan ekstra lainnya seperti stroller bayi, mantel hangat, bahkan smartphone charger.

Kemajuan inilah yang akhirnya mendukung terbentuknya tren Fully Independent Traveler (FIT) atau Wisatawan Independen.

Potensi Pengembangan Bagi Milenial

Milenial kerap didorong untuk menjadi inovatif, khususnya dalam menjawab dan mendukung kebutuhan zaman yang terus berubah. Kehadiran online platform memang membantu menaikkan minat wisatawan untuk menjelajah tempat-tempat baru. Di Indonesia saja, jumlah wisatawan terus meningkat, terutama dari mancanegara. Dari data Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan  wisatawan mancanegara sampai Agustus 2018 mencapai 1,51 juta kunjungan, dan tingkat penghunian kamar hotel berbintang naik sebesar 2,01% (Situs Badan Pusat Statistik, 2019).

Di sisi lain, dengan mulai maraknya sistem sharing economy, kita bisa ikut menggunakan online platform sebagai pihak penyedia yang menyewakan kebutuhan wisatawan. Sewa-menyewa ini telah menjadi solusi untuk smart & budget travel, yang membuat wisatawan tidak perlu membawa banyak bagasi atau menyiapkan biaya besar untuk berwisata. Kehadiran online platform juga menjadi solusi transaksi yang aman dan nyaman, karena pengguna dan penyedia jasa harus terverifikasi melalui kartu identitas, alamat email, serta selfie.

Tool inovatif lain yang dapat milenial kembangkan adalah Smart Guide yang dapat mengurangi, atau bahkan, menggantikan peran tour guide. Smart Guideini akan terintegrasi dengan WiFi di area wisata, contohnya di taman bermain atau museum. Smart Guide akan menyediakan informasi bagi pengguna pada radius jangkauannya saja, dan bisa di akses di gadget masing-masing milik pengunjung.

Informasi yang disediakan oleh Smart Guide tersaji dalam berbagai bahasa, dan dilengkapi dengan gambar dan video.

Smart Guide ini akan berisi sejarah lokasi wisata, asal-usul atau cerita rakyat, peta lokasi dan navigasi, petunjuk penggunaan transportasi umum dari dan menuju lokasi wisata tersebut, lokasi untuk berswafoto, rekomendasi kuliner terdekat, pusat bantuan, sampai kolom ulasan untuk diisi oleh pengunjung.

Cara kerja Smart Guide secara singkat adalah dengan menyusun setiap informasi di atas ke dalam suatu sistem aplikasi pintar. Kemudian, pengunjung yang telah melewati pintu masuk atau membeli tiket masuk tinggal menghubungkan smartphone miliknya ke WiFi Smart Guide, atau bisa juga dengan memakai sistem pindai barcode. Setelah terhubung, akan muncul tampilan depan Smart Guide yang perlu diisi dengan nama pengunjung. Setelahnya, praktis pengunjung langsung bisa menggunakan fitur-fitur Smart Guide selama berada di lokasi wisata. Sebelum keluar, pengunjung akan diperkenankan untuk mengisi kolom ulasan guna memberikan kesan, kritik, serta saran mengenai lokasi wisata, dan tentu saja tentang pengalaman menggunakan Smart Guide.

Bagi pengelola tempat wisata, teknologi ini akan menguntungkan karena memberikan kesan unik dan canggih bagi pengunjung, mendapat ulasan langsung yang berguna bagi reputasi dan perbaikan layanan di tempat wisata, serta menghemat penggunaan gadget atau mesin. Penggunaan papan-papan besar untuk penunjuk arah serta layar monitor direktori juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan sama sekali.

Bagi pengunjung, pasti akan merasa terbantu dengan mudahnya mengakses segala informasi mengenai terkait lokasi wisata. Pengunjung juga tidak perlu menggunakan jaringan internet pribadi atau mengunduh aplikasi. Pengunjung akan merasa lebih bebas dan tidak bingung saat menelusuri setiap titik di lokasi wisata.

Penutup

Pariwisata tidak luput dari pengaruh Revolusi Industri 4.0. Kemajuan teknologi dan informasi sangat mendukung aktifitas wisatawan di seluruh penjuru dunia. Berbagai kemudahan ini menciptakan Wisatawan Independen. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah wisatawan ke berbagai tempat di dunia, termasuk di Indonesia. Inovasi yang paling membantu adalah hadirnya online platform untuk penyewaan penginapan dan kendaraan yang turut menarik minat banyak orang untuk menyewakan unit atau kendaraan tak terpakai miliknya. Sedangkan inovasi lain yang menjanjikan untuk dikembangkan adalah Smart Guide yang terintegrasi dengan WiFi di lokasi-lokasi wisata, yang bisa diakses oleh pengunjung untuk memperoleh informasi seputar tempat wisata, dan tersedia dalam banyak pilihan bahasa.

You May Also Like

About the Author: Debrian

Belajar dari pengalaman orang lain merupakan cara paling efektif untuk menjadi seorang pakar tanpa bertahun-tahun mengikuti jejak pendahulu. Pondasi sudah dibangun, kita harus melanjutkan pengembangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *