Daftar dan Dapatkan Informasi Update Terbaru!

Membangun Personal Branding yang Efektif dan Masif

Durasi Membaca: 4 menit

Personal branding sebenarnya bahasa yang umum kita temui khususnya dalam dunia hiburan atau entertainment. Jika kita ditanya siapa sosok yang terlintas pertama kali ketika ditanya “Raja Kuis di Indonesia?”, maka saya yakin banyak yang akan menjawab sosok Helmi Yahya. Begitulah cara kerja personal branding. Orang mengenal kita dari kekhususan yang kita miliki dan sudah divalidasi oleh banyak orang. Perlu diingat bahwa personal branding beda dengan narsis atau pamer kemampuan, karena sumber pengakuannya berbeda. Personal branding diakui oleh banyak orang, sedangkan narsis atau pamer diakui oleh diri sendiri.

Dalam menjalani kehidupan ini, mungkin kita memiliki banyak talenta atau kemampuan hasil dari pembelajaran yang panjang, namun pada akhirnya kita harus memilih “Akan dikenal sebagai apakah diri kita?”. Tentu kita tidak ingin dikenal orang sebagai pembuat masalah atau kekacauan, kecuali beberapa politikus yang sedang bermain peran untuk sengaja membuat negara ini kacau (lupakan yang satu ini). Kita juga tidak mau menjadi orang yang paham banyak hal namun tidak mendalam. Bahasa sederhananya bisa dibagi dalam dua karakteristik yaitu, 1) Banyak tahu tapi dangkal, 2) Sedikit tahu tapi mendalam. Mungkin ada dari sebagian dari kita yang berkata dalam hati “saya bisa menjadi keduanya, yaitu banyak tahu tetapi juga mendalam”. Percayalah, umur manusia tidak akan cukup untuk bisa mempelajari semuanya, dan jika kita ingin tahu banyak hal dan mendalam maka bisa dikatakan dia orang yang jenius. Dengan beberapa keterbatasan yaitu paling maksimal 3 keahlian yang dapat didalami (opini pribadi, belum ada penelitiannya).

Dua karakteristik ini bisa saya contohnya misalnya seorang dokter spesialis karena keahliannya di bidang medis yang spesifik, akan menjadi persona citranya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan pada penyakit khusus tersebut. Jika dokter tersebut juga ahli bermain musik, misalnya piano klasik, maka itu saja sudah luar biasa. Belum lagi jika ditambah dengan keahlian montir mobil jeep, misalnya. Tapi kemampuan seperti ini sangatlah jarang. Untuk contoh yang lain yaitu banyak tahu tapi dangkal, menjadi karakteristik manusia di jaman sekarang ini. Dengan derasnya arus informasi, maka membutuhkan waktu yang banyak pula untuk menyerap informasi tersebut. Akhirnya semuanya cukup diketahui tapi tidak mendalam memahaminya.

Pada artikel kali ini, saya ingin memberikan cara ampuh untuk membangun personal branding yang efektif serta mencakup lingkup yang luas atau masif. Banyak para influencer kini berkembang karena citra personal yang khas. Hal itu tentu dapat kita tiru untuk menjadi panduan kita membangun personal branding yang kuat. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi bidang kekhususan yang akan menjadi fokus kita. Proses ini biasanya perlu perenungan yang mendalam karena akan berpengaruh terkait visi misi kita di masa depan. Penggalian motivasi, passion dan latar belakang mengapa kita ingin menjadi seseorang yang dikenal dengan spesifikasi bidang tersebut harus sudah matang.

Identifikasikan skill yang menjadi fokus kita baik yang secara formal kita dapatkan melalui pendidikan, ataupun skill yang didapat dari berbagai pelatihan atau sertifikasi. Misalnya skill mengoperasikan aplikasi office 365, skill komunikasi, skill presentasi, skill menulis artikel, dll. Pastikan semua skill tersebut mendukung bidang utama yang akan dikenal orang. Bidang yang bisa dipilih misalnya Perencana Keuangan Pribadi, Tax Planner, Analis Keuangan Perusahaan, Web Developer, Procurement Specialist, E-Commerce Product Hunter, dan lain-lain disesuaikan dengan tujuan kita.

1. Renungkan kembali apa tujuan hidup yang ingin kita raih.

Tahap mencari value added dalam diri

Jika kita sudah menemukan bidang kekhususan yang ingin kita dalami, maka tahap berikutnya adalah menuangkannya ke dalam kalimat slogan terkait bidang tersebut. Misalnya seorang yang ingin dikenal ahli dalam bidang Suplay Chain Management atau Procurement, maka buatlah 1 atau dua kalimat yang mencerminkan karakter tersebut. Kita bisa membuatnya seperti ini “Saya adalah seorang praktisi SCM bepengalaman yang selalu mengedepankan proses yang efektif dan kerjasama tim“, atau misalnya kita ingin dikenal ahli dalam bidang Konsultan Pajak, kita bisa membuat slogan seperti ini “Tax planner profesional untuk membantu perusahaan memberikan solusi perpajakan yang efektif“. Kata-kata inilah yang akan terus kita suarakan di berbagai media dan profil kita baik media online maupun dalam berbagai kesempatan.

2. Temukan kata-kata yang paling menggambarkan diri kita

Tahap mencari ide slogan atau kata-kata motivasi untuk personal branding

Nah, setelah kita sudah matang dengan konsep tersebut, barulah kita mulai masuk pada tahap eksekusi personal branding. Hal yang perlu kita siapkan sebagai tools antara lain sosial media untuk pekerja profesional yaitu Linkedin, blog atau website pribadi, instagram yang lebih khusus membahas fokus bidang kita, membuat grup facebook khusus untuk bahasan bidang tertentu, membuat channel telegram ataupun membuat podcast di spotify (akan saya bahas khusus mengenai topik ini). Tool yang digunakan lebih banyak pada media online, karena cakupan exposure yang sangat tinggi. Jika kita hanya mengandalkan media offline seperti mengisi workshop, menjadi pembicara, maka itu adalah metode yang konvensional, karena pendengarnya terbatas pada lingkup peserta undangan saja.

3. Gunakan media online untuk menarik banyak orang

Tahap eksekusi personal branding dengan berbagai tools online

Tools yang saya sebutkan tersebut hanya semata-mata alat bantu kita. Yang paling utama yang harus kita lakukan adalah konsisten untuk memberikan value added bagi banyak orang terkait bidang yang kita tekuni tersebut dalam bentuk konten bermanfaat. Konten bermanfaat ini dapat kita posting di berbagai tools yang sudah kita buat tadi. Strategi ini mungkin terdengar biasa saja, namun hanya sedikit orang yang benar-benar melakukannya. Saya bisa menjamin, jika kita melakukannya dengan disiplin dan konsisten, maka hasilnya akan luar biasa. Tidak perlu takut apa yang kita bagikan akan dicuri atau diklaim oleh orang lain. Karena prinsipnya, semakin kita banyak memberi, maka semakin banyak juga kita akan menerima sesuatu yang baik, apapun itu bentuknya.

4. Hukum tabur tuai, banyak memberi, banyak menerima

Tahap untuk berbagi value kepada banyak orang secara konsisten

Pembuatan konten yang bermanfaat harus disertai dengan alur penyebaran yang efektif pula. Saya menemukan banyak pembuat konten yang sebenarnya sangat bernilai informasinya, namun karena tidak membuat alur yang terstruktur maka informasi itu tidak sampai kepada para pembaca. Dari pengalaman saya, saya bisa katakan bahwa memiliki sebuat website atau blog adalah hal wajib (dengan nama domain yang unik tentunya). Dari website itulah sumber informasi akan dibagikan baik berupa text, audio maupun video. Untuk konten yang bersifat audio dan video dapat kita buat dari tools yang sudah ada secara gratis. Secara ringkas, alur konten atau informasi yang efektif dapat digambarkan sebagai berikut:

Alur proses pembuatan konten/value sampai dengan penyebaran informasi

Beberapa proses di atas dapat dilakukan secara otomatis karena sudah ada bantuan tombol share pada berbagai media. Misalnya untuk artikel setiap kali ada postingan terbaru, maka dapat otomatis posting di berbagai social media. Begitu juga untuk podcast dan video.

Lakukan secara konsisten alur tersebut dengan rentang waktu misalnya seminggu 2x membuat konten baru, maka kita akan mendapatkan exposure yang cukup agar orang mengenal kita sebagai seorang ahli dalam bidang yang ingin kita dalami. Untuk tips bagaimana melakukan proses tersebut lebih mendalam serta manajemen waktunya akan saya bahas di artikel berikutnya.

Tetap semangat belajar, selamat membangun personal branding yang kamu inginkan. Salam

About the Author: Debrian

Belajar dari pengalaman orang lain merupakan cara paling efektif untuk menjadi seorang pakar tanpa bertahun-tahun mengikuti jejak pendahulu. Pondasi sudah dibangun, kita harus melanjutkan pengembangannya. Tulisan lainnya di medium.com/@debrianruhut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *